CHCNAV AlphaAir 6: LiDAR Compact untuk Pemetaan Udara dengan Drone
CHCNAV AlphaAir 6: Solusi LiDAR Compact dengan Presisi Tinggi untuk Pemetaan Udara Modern
Perkembangan teknologi airborne LiDAR dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah lanskap pekerjaan surveyor. Jika dahulu pengumpulan data topografi dan struktur permukaan membutuhkan perangkat berukuran besar serta platform penerbangan khusus, kini teknologi tersebut hadir dalam bentuk yang lebih ringkas, efisien, dan dapat diintegrasikan dengan UAV (drone).
Salah satu inovasi unggulan di sektor pemetaan geospasial saat ini adalah CHCNAV AlphaAir 6 (AA6). Perangkat ini hadir menggabungkan sistem LiDAR presisi tinggi dan sensor imaging dalam satu payload yang compact, dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas dan akurasi di lapangan.
Mengapa CHCNAV AlphaAir 6 Menjadi Game-Changer bagi Surveyor?
1. Desain Compact dengan Bobot Hanya 1,35 kg
Bobot payload merupakan parameter krusial dalam operasional drone. Dengan bobot hanya 1,35 kg, AlphaAir 6 memberikan fleksibilitas tinggi bagi pemeta dalam memilih platform UAV. Beban kerja drone menjadi lebih efisien, rentang waktu terbang dapat dioptimalkan, dan fleksibilitas perencanaan misi di area sulit meningkat secara signifikan.
2. Jangkauan Pengukuran Hingga 2.100 Meter
CHCNAV AlphaAir 6 dibekali kemampuan maximum ranging capability hingga 2.100 meter (pada tingkat reflektivitas tertentu). Jangkauan jarak jauh ini sangat bermanfaat untuk akuisisi data di medan ekstrem, area berbukit, maupun wilayah dengan perbedaan elevasi yang curam tanpa mengorbankan keamanan operasional penerbangan.
3. High-Grade IMU untuk Akurasi Data Maksimal
Kualitas point cloud sangat bergantung pada kestabilan navigasi sensor. Dilengkapi dengan high-grade IMU yang memiliki bias stability hingga 0,3°/jam, AlphaAir 6 mampu mencatat posisi dan orientasi sensor secara presisi tinggi, bahkan saat melalui area dengan perubahan elevasi mendadak atau pada jalur koridor yang panjang.
4. Akuisisi Data Hingga 1 Juta Titik per Detik
Sistem ini mampu menghasilkan hingga 1.000.000 titik per detik (1 MPPS). Kepadatan point cloud yang tinggi memastikan detail permukaan tanah, struktur vegetasi, hingga garis kontur dapat direkam secara komprehensif, mendukung pemrosesan data model elevasi digital (DEM/DSM) yang akurat.
5. Integrasi Kamera Hingga 100 MP
Tidak hanya berfokus pada data spasial 3D, AlphaAir 6 menyertakan sensor 4/3-inch CMOS dengan resolusi imaging hingga 100 MP (serta opsi 25 MP). Kombinasi LiDAR dan kamera resolusi tinggi dalam satu payload memungkinkan pengguna memperoleh orthophoto dan visualisasi data yang tajam secara bersamaan.
Aplikasi Utama di Lapangan
- Topographic Mapping: Menembus celah vegetasi untuk mendapatkan kontur dan permukaan tanah asli secara akurat.
- Corridor Mapping: Efektif untuk pemetaan jalur infrastruktur seperti jalan raya, rel kereta api, jaringan listrik, dan saluran pipa.
- Forestry & Vegetation Survey: Menganalisis kerapatan vegetasi dan struktur kanopi hutan secara detail.
- Area Medan Kompleks: Memudahkan pemetaan pada wilayah pertambangan, tebing curam, atau lokasi yang berisiko tinggi untuk survei terestris.
Program Tukar Tambah & Penawaran Terbatas
Bagi perusahaan atau praktisi survei yang ingin memperbarui teknologi tanpa harus memulai investasi dari awal, Geometri Indonesia menyediakan program khusus:
- Program Tukar Tambah (Trade-In): Tukar perangkat LiDAR lama Anda dengan CHCNAV AlphaAir 6 Single.
- Diskon Khusus: Promo hingga 40% OFF untuk unit tertentu.
- Bonus Lisensi Perangkat Lunak: Gratis lisensi permanen software CoPre & CoProcess (sesuai syarat dan ketentuan berlaku).
Konsultasikan Kebutuhan Proyek Anda
Setiap proyek pemetaan memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Dapatkan konsultasi teknis, informasi harga, hingga simulasi penawaran terbaik dari tim spesialis kami.
👉 Hubungi tim Geometri Indonesia sekarang untuk demonstrasi produk dan penawaran khusus.
Leave a Comment